Pada zaman yang maju ini pekerjaan sebagai akuntan semakin dimudahkan dengan adanya penemuan software-software akuntansi. Dengan berjalannya waktu perkembangan softaware akuntansi terus bergerak maju guna memuaskan para pengguna. Menurut Felix, software akuntansi dan keuangan adalah software yang paling mature. Kita tidak lihat mereknya apa. Namun, perkembangan dari software akuntansi ini, di dunia aplikasi, itu yang paling mature jika dibandingkan dengan sistem produksi, maintenance peralatan, dan sistem distribusi.
Software, sebagaimana fungsinya adalah mempermudah pekerjaan bagi seorang akuntan, setidaknya menyingkat waktu dari pekerjaan sang akuntan (tentunya bila sudah mampu dan mempergunakan software tersebut). Seperti yang diungkapkan oleh Rini (27), karyawan dari sebuah perusahaan yang mengungkapkan bahwasanya pekerjaannya sebagai seorang akuntan dituntut untuk membuat laporan keuangan setiap akhir bulan. Hal tersebut menuntut dia untuk bekerja ekstra keras bilamana perusahaan tidak menggunakan software akuntansi.
Software akuntansi memang biasanya didatangkan dari luar. Seperti DacEasy Accounting (DAC), Quickbook, MYOB, Peachtree, Valauplus dan Oracle, yang notabene sudah lumayan populer di dalam negeri. Bukan berarti produk tidak bergaung lho. Karena kekurangannya, yaitu dalam programnya software-software tersebut memiliki acuan alias standart akuntansinya miliki para bule. Sehingga tidak jarang para pemakai jasa dari dalam negeri kebingungan dan tidak cocok menggunakannya. Untuk itu sekarang banyak produk dalam negeri yang siap bersaing dengan software ini. Sebagai contohnya antara lain Dbs Solution, Accurate, Zahir Accounting, ACCS, MAS Accounting, dan masih banyak lagi.
Sebagaimana yang diungkapkan oleh Fadil Fuad Basymeleh, Director PT. Zahir Accounting dan Darwin Tjoe, Marketing Head PT. Cipta Piranti Sejahtera kepada eBizzAsia, bahwasanya pada intinya software akuntansi dibuat untuk mempermudah pengguna. Dalam arti mempermudah karena membuat para pelaku bisnis mereka bisa mengetahui kondisi perusahaannya dalam waktu yang lebih singkat. Bahkan ada software yang mampu memosting sendiri, menjurnal dengan otomatis, dan meneruskan langkah-langkah pembuatan laporan keungan dengan sendirinya setelah kita melakukan pencatatan. Bahkan ada yang membuktikan bahwasanya dengan adanya software akuntansi ini kegiatan penjurnalan tidak lagi memerlukan tenaga manusia yang lebih banyak guna membuat suatu laporan keungan dapat dikatakan dan dijamin kevalidannya.
Tapi masih ada satu pertanyaan besar sebagaimana diungkapkan oleh www.ebizzasia.com, yaitu apakah software tersebut keduanya bisa benar-benar menerapkan standart akuntansi di masing-masing wilayah administratif. Nah lho….
Sekarang giliran kita yang menjawabnya, menurut penulis sih software sangat bagus di dalam model perhitungan. Asalkan kita mampu dan benar-benar mengerti alur dari proses penghitungan tersebut. Sehingga jikalau ada suatu perbedaan atau kejanggalan, sebagai akuntan mesti tahu kalau ada ketidakberesan dan penyebab perbedaan yang timbul.
Bagaimana pendapat kalian?
Filed under: Article, Info, News, Newsflash | Tagged: Akuntansi, IT, software akuntansi








Info dong software dari talagasoft.com, itu mudah dimengerti silahkan download aja.
Outstanding writing, i might say.
Now, as we have a clear understanding of what is accounting software and why should we use the accounting software, perhaps we need to apply our understanding in the real practice of our accounting computer course.
Have you all guys got a “accounting computer course” during your study in the economics faculty of UM? what kind of accounting software you’ve learned there? DEA or MYOB or others? do you think the accounting software chosen by your lecturer suit your need? and why is that so?