Good Presentation … our suggestion!!

Menyambung artikel saya yang terdahulu tentang penampilan presentasi dengan media powerpoint. Kali ini saya akan mencoba untuk memberikan beberapa saran untuk membuat tampilan presentasi teman-teman menjadi lebih menarik.

presentation

Saya dapat dari berbagai sumber, bahwasanya untuk tampilan presentasi yang baik kita harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut. Kebanyakan dari teman-teman yang menampilkan slidenya diisi dengan full text. Yang dimaksud dengan full text adalah penyajian teks bahasan secara lengkap dan mendetail. Ini adalah kesalahan mendasar dalam presentasi. Secara harfiah powerpoint menurut versi saya adalah kekuatan dari poin-poin. Jadi di sini kita dianjurkan untuk menuliskan poin-poin pentingnya saja. Kemudian menjelaskannya dengan bahasa kita sendiri dan tidak terpengaruh dengan bahasa teks. “The power of point, little but important like a bullet … “

Sebelum melangkah lebih jauh, saya ingin bertanya kepada teman-teman. Seberapa dalamkah teman-teman menguasai materinya? 10%, 15%, 25%, atau 99% yang berarti anda sangat mendekati sempurna dan paham betul dengan bahan pembahasan saudara. Menurut saya seberapa jauh kita mendalami dan memahami materi kita akan sangat membantu dalam membuat presentasi kita efektif dan memuaskan. Karena selain kita dapat mengendalikan situasi, lebih jauh bisa memperkirakan waktu presentasi kita, dengan begitu sekaligus kita bisa memanajemen waktu dengan baik. Berapa lama waktu yang kita perlukan untuk melakukan presentasi dengan “baik”.

Setelah kita mengenal diri kita sendiri, sekarang adalah tugas kita untuk mempelajari siapa audiens kita. Perlakuan untuk masing-masing audience tentunya berbeda. Perlakuan untuk seorang ibu-ibu PKK di sebuah kompleks perumahan akan berbeda bilamana kita berhadapan dengan anak-anak SD di suatu sekolah. Dengan mempelajari siapa yang akan mendengarkan presentasi kita, akan membuat kita meminimalisir kesalahan. Salah satu keuntungan akan penguasaan audiens adalah kemampuan yang lebih untuk membuat audiens tidak bosan. Rasa bosan akan membuat presentasi tidak diperhatikan. Perasaan jenuh pada audiens dapat dihindari dengan selingan humor-humor segar tanpa mengurangi sifat formal yang biasanya dipergunakan dalam presentasi.

Faktor teknis adalah hal selanjutnya yang perlu kita perhatikan. Penguasaan ruangan dan peralatan pendukung presentasi sangatlah diperlukan. Tidak sedikit presentator dan dosen-dosen yang punya titel dan jam terbang dalam mengajar yang tinggi kurang menguasai hal ini. Sangatlah disayangkan tentunya meskipun perannya dapat digantikan oleh operator.

Dalam mata kuliah sebelumnya, teman kita, Fatkhurrohman, berkesempatan untuk menampilkan presentasi bebas. Dia mengambil tema bagaimana cara membuat presentasi yang baik. Banyak sekali pelajaran yang saya petik dari slide dan penjelasan yang dia buat. Sangat disayangkan bahwasanya Fatkhur maju belakangan. Sehingga bagi teman-teman lain yang desain dan tampilan slide presentasinya kurang bisa dinikmati tidak bisa mempraktekkan apa yang diajarkan oleh Fatkhur.

may be continued

Leave a Reply