Ada satu kesamaan antara tempat perhentian kami yang pertama dan kedua ini. Airnya sama-sama beraroma laut. Rasa dan baunya tidak enak. Setelah itu kami semua tertidur sampai keesokan harinya mentari ibukota menyambut kami.
Perjalanan dimulai dari Gedung E3 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Disepakati untuk berkumpul pukul 06.00, dan berangkat dari kampus sekitar pukul 07.00. Setelah diberangkatkan oleh bapak Pembantu Dekan, bus melaju meninggalkan kota Malang menuju Jakarta.
Perjalanan dari kota Malang Alhamdulillah lancar tanpa hambatan. Bus dapat melaju dengan kecepatan maksimal. Sampai di pertigaan Gempol, Pasuruan, perjalanan sedikit terganggu dengan padatnya arus kendaraan di lokasi ini. Dari sebelum pertigaan sampai keluar dari pertigaan bus sempat terjebak kemacetan lebih dari 30 menit. Begitu keluar dari lokasi ini, perjalanan kembali normal.
Memasuki kota Surabaya, hawa panas khas daerah pesisir langsung terasa. Dengan pemandangan ladang garam di kanan kiri jalan, sampai kita di tempat istirahat yang pertama. Ketika memasuki Kabupaten Tuban, kita disuguhi pemandangan laut utara yang indah. Desiran ombak mengiringi perjalanan kami, karena kami melewati jalur pantura.
Sesampainya di tempat peristirahatan yang pertama, kami mendapat jatah makan siang. Waktu yang ada kami gunakan untuk beristirahat dan mengabadikan moment. Lebih tepatnya narsis-narsisan. Kebetulan di belakang rumah makan adalah laut. Maka kegiatan narsis-narsisan ini semakin menjadi-jadi.
Setelah beristirahat kurang lebih satu jam, kami kembali melanjutkan perjalanan. Masih melewati jalur pantura. Dengan melewati kota-kota seperti Rembang dan Jepara. Nuansa jawa langsung terasa ketika memasuki kota Jepara. Di kanan kiri jalan masih banyak rumah Joglo dengan ukir-ukiran. Banyak juga pengrajin gazebo dan ukiran. Bengkel kerja mereka yang terbuka memudahkan saya untuk melihat hasil karyanya. Mulai dari yang masih gelondongan kayu, masih proses, dan beberapa yang sudah jadi dan didisplay.
Memasuki kota Kudus hari telah senja. Dan sampai di Semarang sudah jam 7-an. Di kota Semarang yang notabene adalah ibukota provinsi Jawa Tengah. Kami disuguhi oleh pemandangan lampu-lampu kotanya. Semarang atas begitu berkilau. Entah dengan Semarang bawah. Mungkin lagi dibanjiri air laut. Kami lalu berhenti lagi di Kendal (klo tidak salah) untuk makan malam dan istirahat sejenak sebelum ngebut ke Jakarta.
Ada satu kesamaan antara tempat perhentian kami yang pertama dan kedua ini. Airnya sama-sama beraroma laut. Rasa dan baunya tidak enak. Setelah itu kami semua tertidur sampai keesokan harinya mentari ibukota menyambut kami.
Filed under: Activities, News | Tagged: Aktivitas, Jabajo, KKL, Perjalanan






